EPILOG

199 Kata

5 Tahun Kemudian . . .   “. . . Wa in taj-har bil-qouli fa innahuu ya'lamus-sirro wa akhfaa. Allahu laaa ilaaha illaa huw, lahul-asmaaa`ul-husnaa. Wa hal ataaka hadiisu muusaa. Iz ro`aa naaron fa qoola li`ahlihimkusuuu inniii aanastu naarol la'alliii aatiikum min-haa biqobasin au ajidu 'alan-naari hudaa[1]. Shadaqallahul ‘adzhim.” Syifa tersenyum menatap wajah Putera kesayangannya yang baru saja menyelesaikan hafalannya yang baru. “Alhamdulillah, anak Ummi sudah bertambah hafalan suratnya,” puji Syifa. Arfi pun memeluk Syifa usai mencium tangannya. “Insya Allah besok hafalanku akan bertambah Mi…, Alfi janji akan menghafalkan Al-Qur’an seperti Abi,” ujarnya menggemaskan, karena tak bisa menyebutkan huruf ‘r’ dengan benar. “Amiin…, Insya Allah semua itu akan terwujud jika Arfi terus b

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN