Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka terpaksa. (Arthur Wellesley) * * * BELAJAR Rahman menatap dirinya sendiri di depan cermin. Rasa gugup menderanya sejak semalam setelah menerima telepon dari Daniel. Mertuanya itu memanggilnya untuk mulai belajar menyesuaikan diri dengan pesantren. "Abi nggak perlu gugup, Ummi yakin kalau Abi bisa," ujar Syifa memberi semangat. Rahman tersenyum seraya memakai baju koko yang disodorkan oleh isterinya. "Ummi pulang mengajar jam berapa? Nanti Abi jemput," tanya Rahman. "Abi nggak perlu jemput, Ummi bisa pulang bersama Bibi Salwa. Abi fokus saja hari ini di pesantren. Jangan pikirkan yang lain," jawab Syifa, seraya tersenyum. Rahman merasa lega karena Syifa begitu pengertian. Allah begitu baik karena me

