Ibunya tidak bisa dihubungi, Thalia bingung harus bagaimana. “Ini ponselnya, terima kasih.” Thalia memberikan ponsel itu kepada Aeros. “Tak perlu, bawa saja. Itu untukmu, anggap saja itu hadiah,” ucap Aeros. Dia tersenyum kepada Thalia, sejak awal kecantikan Thalia memikatnya, dia dijodohkan dengan anak raja, namun menolak. Dia menginginkan calon istri yang dari kalangan biasa. Thalia membalas senyuman Aeros, melihat gelagatnya, dia mengetahui jika Aeros tertarik padanya. Mereka berjalan mengelilingi taman untuk menghilangkan rasa bosan, Thalia harus segera pulang, dia khawatir terjadi sesuatu dengan orangtuanya, apalagi Eric juga masih dirawat di rumah sakit. “Apa kau bisa menggunakan teleportasi?” tanya Thalia. Aeros yang sedang menikmati teh hangantna langsung menatap Thalia.

