Thalia memeluk erat Bella, dia sangat bahagia telah menemukan ibu kandungnya. Dia pamit untuk segera kembali ke lautan, dia berjanji akan kembali ke daratan sesegera mungkin. Kaki Thalia mulai kembali menyentuh air laut, dia berjalan semakin jauh dan ke dalam. Bella melambaikan tangannya, dia sempat berteriak meminta Thalia untuk segera kembali.
Perlahan kaki Thalia kembali berubah menjadi sirip duyung, dia berenang menuju dasar lautan, kembali ke kerajaan duyung, dia melihat beberapa duyung sudah berkumpul untuk bernyanyi.
“Thalia? Kau sudah kembali?” thanya Chloe. Thalia segera menutup mulut Chloe dengan kedua tangannya.
“SSStt, jangan keras-keras, tetaplah bernyanyi.”
Chloe mengangguk dan ikut bernyanyi dengan para duyung lainnya, sekilas Thalia bisa melihat Alrez yang menatapnya tajam. Seusai acara besar, para duyung kembali beraktivitas, setiap bulan purnama mereka harus bernyanyi bersama untuk menenangkan air laut.
Thalia perlahan menuju barisannya lalu mengikuti nyanyian para duyung lainnya. Dalam lautan ini dia menutup matanya, membayangkan dia ada di daratan sedang mengikuti paduan suara. Dia sangat merindukan ibunya dan teman-temannya.
Suara nyanyian para duyung tanpa disadari membuat beberapa monster laut seperti kraken mencoba untuk melawan mereka. Kraken bangsa monster yang hidup di dasar laut, mereka memiliki kehidupan di lautan,⁰pp pusaran, mereka hidup di pulau kematian, tepatnya barat daya dari pulau Karibia. Nyanyian para duyung atau mereka sebut juga dengan siren membuat telinga mereka berdengung dan merasakan sakit. Suara nyanyian para duyung memang bisa membuat musnah para monster jahat. Sayangnya, para Kraken yang terpenjara di dalam lautan kematian, mereka berontak, berusaha melawan. Dendam ribuan tahun membuat mereka semakin liar, semakin kuat. Monster laut yang ditakuti oleh para pelaut. Setiap nyawa manusia yang berharga selalu diselamatkan oleh para duyung dari bahaya kraken.
Kini para monster liar itu semakin membuat masalah, mereka menyerang setiap kali manusia yang tanpa sengaja menyebrangi lautan Karibia.
Alrez, beserta pasukan duyung penjaga lainnya bersiap untuk memulai melawan, mereka hampir kewalahan. Kekuatan sihir duyung bahkan tidak mempan terhadap mereka. Kraken kini tumbuh semakin ganas sekaligus bekerja sama dengan mereka. Trisula milih Poseidon telah dipatahkan. Segel penghalang penjaga telah lepas. Kraken menyerang kerjaan duyung.
Thalia mencoba menyelamatkan diri, nyawanya terancam.
Di daratan, Bella terkejut tanpa sengaja telah memecahkan piring. Tangannya terluka karena pecahan itu. Pikirannya hanya terpusat pada Thalia. Bella khawatir kepada putrinya, baru saja dia bertemu dengan putrinya, tapi kenapa dia merasa gelisah seperti ini.
Smith juga masih belum pulang, dia mendadak ada surat tugas untuk keluar kota. Bella semakin bingung bagaimana dia bisa menemukan Thalia. Kemampuan berubahnya menjadi duyung telah lama menghilang, selamanya dia telah menjadi manusia.
Bella lalu keluar rumah, dia berniat untuk kembali ke lautan mencari Thalia.
Eric melihat Bella yang menangis, dia menghampirinya.
"Ada apa Mrs. Bella? Apa sesuatu terjadi pada Thalia?"
Bella tidak bisa menjawab, dia terlalu sulit mengeluarkan kalimat karena menangis.
Eric lalu menawarkan bantuan kepada Bella, dia membantu Bella menyetir menuju pantai terdekat.
"Ada apa sebenarnya?" tanya Eric khawatir.
"Aku tidak tau nak, hanya saja firasatku mengatakan sesuatu yang buruk. Ini tentang Thalia. Aku khawatir dengannya," ucap Bella panik.
"Tenang tante, kita pasti bisa menemukan Bella."
Mereka berlari menuju pinggir pantai, berulang kali Eric memanggil nama Thalia, sayangnya gadis itu belum juga muncul.
"Kau tau jika Thalia adalah duyung?" tanya Bella. Dia tidak menyangka jika Eric mengetahui rahasia Thalia. Eric mengangguk, mengiyakan dugaan Bella. Memang dia tau, hanya saja dia masih tidak percaya jika ada makhluk duyung di dunia ini.
"Iya tante, saya tahu. Saya hanya sedikit tidak percaya. Tapi melihat tante uang begitu khawatir, sekarang saya percaya."
"Thalia memang duyung, dia anak tante. Sejak lahir dia sudah menjadi duyung, sedangkan tante memutuskan menjadi manusia. Tante membiarkan Thalia hidup di lautan tanpa tau siapa ibunya, beruntungnya takdir mempertemukan kita."
Eric membulatkan matanya, dia tidak menyangka jika Bella juga duyung. Pantas saja jika wajahnya bersinar cantik seperti bidadari.
Thalia kesulitan untuk naik ke daratan, gelang kerajaan telah diambil oleh Alrez. Dia tidak tau harus bagaimana, satu persatu dia mencoba menggunakan sihirnya untuk melawan kraken. Thalia begitu lelah, dia sangat lelah melawan kraken yang tidak ada habisnya. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan populasi duyung hanyalah dengan trisula milik Poseidon. Patahnya Trisula itu karena pecahan batu permata yang terpisah. Thalia takut jika nyawanya akan terhenti sampai di sini saja. Dia takut janjinya kepada Bella akan dia ingkari. Dia ingin ibunya ada di sampingnya. Dia ingin melihat ibunya lagi.
Do omos ne lazio.
Satu mantra itu Thalia ucapkan, dia menghentikan waktu sejenak. Satu-satunta kekuatan spesial milik Thalia yang tidak diketahui oleh siapapun. Dengan begini Thalia lebih mudah untuk menyelamatkan para duyung lainnya. Dia menyiapkan jaring emas, jaring kuat untuk menangkap semua kraken. Dia membentangkannya dan membuat para Kraken terperangkap. Thalia lalu membantu para duyung untuk masuk ke dalam pintu kerajaan kembali. Dia sangat lelah dan sibuk saat ini. Waktu terhenti, dan hanya Thalia yang bisa mengendalikan semua ini. Kekuatan khusus dia ini tidak ada yang tau, Thalia mengetahui sihir ini saat dia berusia tiga belas tahun.
Setelah semuanya kembali normal, Thalia membawa para kraken ke pulau kematian yang gelap. Dia membentuk bendungan besar dengan sihir agar kraken lebih terlindungi.
Bendungan ini tidak akan bertahan lama, jaring emasnya juga, hanya bertahan 3 hari, dalam waktu sesingkat itu dia harus bisa menemukan batu trisula agar kraken kembali terkutuk selamanya di pulau kematian. Thalia bisa menghentikan waktu, tetapi tenaganya terkuras banyak. Kini dia hanya ingin kembali ke daratan. Semua sudah kembali semula, para duyung bebas berenang kembali. Semuanya nampak bingung, mereka tadi sedang perang dengan kraken, namun kraken kini telah terperangkap. Thalia sangat lemas, dia menutup matanya, daratan jaraknya 200 meter lagi, namun dia sudah tak sanggup untuk ke atas.
Alrez melihat Thalia yang kesusahan, dia membantu Thalia untuk naik ke daratan.
"Thalia! Kumohon, tetaplah sadar, kau ingin ke daratan lagi? Untuk apa?" teriak Alrez.
"Aku ... ingin bertemu ibuku, aku sudah menemu ... kan ... i ... bu," ucap Thalia lalu menutup matanya. Alrez menghela nafasnya, dia sangat mencintai Thalia, tapi sepertinya cintanya hanya sepihak. Alrez memberi kembali gelang kerajaan kepada Thalia. Dia mengenakan gelang kerjaan itu kepada Thalia.
La mos ercos ane sirenta
Kekuatan sihir Thalia tidak lagi Alrez batasi, dia mengembalikan sihir Thalia yang sebenarnya. Gadis itu bisa lagi menggunakan sihirnya di daratan.
"Thalia!!" teriak Eric. Alrez bisa melihat Eric yang begitu khawatir terhadap Thalia. Dia lalu membawa Thalia kepada mereka.
"Jaga dia baik-baik saat di daratan, ingatkan dia setiap purnama selalu kembali."
Alrez lalu kembali ke dalam laut. Eric menggendong Thalia, membawa gadis itu menuju mobil. Bella memeluk anaknya, menyelimutinya dengan jaket yang dia gunakan.
"Thalia, ibu mohon, cepatlah sadar."