"Boleh saya minta nomor telepon kamu?” ulang lelaki di hadapan Bella. Otak Bella berputar cepat, mencari cara terbaik untuk menolak tetapi tidak menyinggung. Bisa saja ke depannya akan ada lelaki iseng lainnya. Resiko menjadi kasir perempuan memang seperti ini. “Mohon maaf, tidak. Terima kasih atas kedatangannya. Selamat siang,” kata Bella sambil tersenyum ramah dan menangkupkan kedua tangannya di depan d**a. Lelaki tadi tidak menyerah. Dia meletakkan kartu nama di meja Bella. Tatapannya tak lepas dari paras cantik Bella yang tetap tersenyum ramah. “Barangkali berubah pikiran,” katanya sebelum pergi. Bella mengantar kepergian lelaki itu dengan tersenyum. Dan setelah lelaki itu meninggalkan toko dan tak terlihat lagi, Bella mengambil kartu nama yang ada di meja. Merobek tanpa melihat d

