"Victor ... tidak bisa merasakan seperti kita pada umumnya. Marah, kecewa, sedih, benci. Victor tidak bisa merasakan itu. Kalau kamu melihat dia bisa berperilaku seperti manusia normal, itu karena dia berlatih. Dia anak yang sangat cerdas. Dia mempelajari gerak bibir, ekspresi, dan dia merekam semua itu dalam kepalanya. Ketika orang sedang menunjukkan ekspresi marah, dia akan berusaha mengucapkan kata-kata meredakan yang telah dihapalnya. Kalau orang terlihat sedih dia akan mengeluarkan kata-kata simpati. Begitu dia tumbuh sampai akhirnya bertemu kamu.” Nyonya Loraine membelai pipi Bella yang kemerahan. Rasa hangat pada kulit Bella menular ke jemari tangannya. Mata redup Bella menatap setiap pergerakan Nyonya Loraine. Dengan kemampuan otaknya yang tiba-tiba melambat, dia berusaha mencern

