20. TTAS

2089 Kata

Suasana di kediaman Genta tak seperti biasa yang terdengar hening. Pagi-pagi begini sudah terdengar berbagai canda tawa yang keluar dari mulut Genta dan Syfa. Pandangan Genta pun tak bisa teralihkan, dia asyik memandangi wajah cantik isterinya. “ Mas … mas.” “ Hmmm” “ Kamu lagi ngapain sih.” Tanya Syfa yang sedang mengoleskan selai pada roti “ Lagi ngliatin kamu.” Jawab Genta dengan santainya. Dirinya memang dari tadi tak pernah melepaskan pandang menatapi Syfa. “ Apaan sih mas, udah dong ngliatin Syfanya. Kan malu mas kalau diliatin terus.” Balasnya “ Kenapa mesti malu sayang, bahkan mas udah melakukan hal yang lebih besar di bandingkan dengan melihat wajah isteri mas yang cantik.” Ujar Genta, tapi perkataan itu langsung membuat Syfa tersipu karena mengingat kejadian semalam. “ Mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN