Perumpamaan Malaikat

1097 Kata
Mickey berdiri di kejauhan, menatap kobaran api yang masih sangat besar. Ia juga menyadari jika Tahoi tengah menatap padanya. Mickey dengan senyum tipis berjalan perlahan, semakin mendekat ke area kerajaan. Wajah Tahoi seketika berubah dingin saat ia yakin akan sosok yang berjalan semakin dekat ke arahnya. Semua mata yang ada di sana juga bertahap memperhatikan sosok yang sangat kontras dega keadaan di sana sekarang. Pria muda yang terlihat bersih tak bercela didukung kulit putih pucat yang melebihi mausia albino. Sebagian rambutnya berwarna putih dan sebagiannya berwarna hitam. Semua aktifitas di sana terhenti. Namun Mickey tak memperdulikan tatapan sekelilingnya, ia berjalan lurus dan mantap menuju Tahoi yang tak berkedip. “Kau tak ingin menyambut kedatangan Raja barumu?” senyum tipis tak pernah lepas dari wajah itu. Semua mulut di sana yang mendengar kata-kata Mickey tadi saling pandang dan berbisik. Mereka terheran-heran, melihat seorang pria muda datang dan langsung mengaku sebagai Raja baru Banjarian. Tahoi masih ingat bayangan anak kecil yg dijadika percobaan pertama oleh Yelvan. Kejadian itu masih jelas diingatannya meski sudah dua puluh tahun lalu. Ia adalah orang yang melaksanakan percobaan penggabungan atara sel manusia dan sel penyihir putih yang sudah punah. “Selamat datang kembali, Yang Mulia,” hormat Tahoi pada Mickey. Salah seorang prajurit yang berdiri tak jauh dari Tahoi sejenak terdiam lalu berteriak pada semua orang di sana agar menyambut Raja baru mereka. “Beri hormat pada Yang Mulia!” teriak prajurit itu. Meski ada keraguan, tapi semua orang di sana akhirnya menunduk memberi hormat pada Raja Banjurian ke lima puluh satu. Mickey tersenyum dan memperhatikan sekelilingnya lalu berjalan memasuki istana yang sudah lama ia tiggalkan. Bukan, lebih tepatnya dipaksa meninggalkan. Yalcob yang memperhatikan dari kejauhan bergerak mendekati Tahoi yang masih terpana atas kedatangan Mickey. Semua ini bukan karena rasa bersalah atau apapun, tapi ia tak menyangka jika Mickey dengan cepat menerima tahtanya, walau memang ia satu-satunya pewaris yang hidup saat ini. “Apa rencanamu terganggu dengan kedatangan raja baru?” Tanya Yalcob. Pria tua itu sangat sering bertanya pada Tahoi tentang bagaimana perasaannya, apa langkah selanjutnya, atau apakah ia yakin dengan keputusannya. Dia benar-benar seorang pria tua yang cerewet. Tentu saja sebenarnya ia sudah tahu apa yang ada di benak Tahoi saat ini. Kemuculan Raja Banjurian dalam waktu secepat ini adalah sebuah hambatan baginya untuk mewujudkan keinginannya. Bukan untuk menguasai Kerajaan, ia sama sekali tak tertarik. “Apa kau…” Pertanyaan Yalcob seketika terhenti karena kilatan mata Tahoi yang saat ini menatapnya tanpa berkedip. Setelah memastikan pria tua itu tak akan membuka mulut lagi, Tahoi meninggalkannya dan memerintahkan agar semua orang kembali menyelesaikan pekerjaan masing-masing sebelum hari gelap. Mickey tengah berdiri memandang sebuah lukisan besar yang ada di ruangan ayahnya. Itu adalah potret lukisan ayahnya sediri yang mengenakan pakaian khas kerajaan legkap dengan perak perniknya. Ia sama sekali tak merasa sedih atas kematian Yelvan. Semua perlakuan Yelvan padanya telah membuatnya bersabar untuk menunggu saat ini. Ia muak dengah Yelvan yang hidup dalam obsesi hingga melupakan apa tugas Raja sebenarnya. Suara ketukan di pintu membuatnya meninggalkan lukisan dan memilih duduk di bangku yang biasa Yelvan gunakan. Ruangan ini adalah ruangan kerja Yelvan. Sebagian besar hari-harinya dihabiskan di sini, membaca semua laporan dari tim peneliti yang ia pimpin langsung. “Yang Mulia,” ucap Frans yang menunggu izin dari Mickey. “Mendekatlah,” “Yang Mulia, apa ada sesuatu yang terjadi pada Jendral Zyan dan timnya?” Tanya Frans langsung. “Mereka akan sampai tengah malam nanti,” jawab Mickey cuek. Ia memutar kursinya, sehingga sekarang posisinya memunggungi Frans dengan sandaran kursi itu. “Selama menjalankan misi untukmenjemput Yang Mulia. Jendral Zyan menyerahkan komando di sini padaku.” “Aku tahu.” Mickey tak tertarik pada tujuan pembicaraan ini yang sudah bisa ditebak. Hanya sekadar basa basi untuk memperkenalkan diri dan menunjukkan bahwa ia adalah orag yang bisa dipercaya dari siapapun. Frans gugup dan juga bingung hendak berkata apa selanjutnya. Namun kibasan tangan dari Mickey membuatnya menghela napas lalu meninggalkan ruangan. Tepat tengah malam rombongan Valrey sampai di istana. Seharusnya perjalanan mereka akan memakan waktu sekitar dua sampai tiga hari perjalanan. Namun Zyan lupa dengan siapa dia dan timnya berjalan, mereka adalah pemilik kekuatan iblis yang juga memiliki kecepatan melebihi manusia. Setiba di istana, Zyan segera membawa mereka ke ruang kerja Yelvan yang sekarang sudah menjadi milik Mickey. Berbeda dengan Yelvan, Mickey haya menyambut sekadarnya dan langsung berbicara ke intinya ketika mereka semua sedang berkumpul. “Aku ingin menghadirkan kembali squad demon hunter yang sudah lama hilang.” Mickey benar-benar berbeda dengan Yelvan. Dia tak suka berbelit-belit. “Bukankah Yelvan sudah mendirikannya sejak beberapa saat lalu? Merekalah yang membantu kami saat p*********n Murdock di Kerajaan Pukane,” jawab Lugos. Mickey tertawa mendengan penjelasan Lugos. Membuat semua yang ada di sana heran keculai Zyan yang selalu berdiri tegap dengan ekspresi dinginnya. Saat ini dia berdiri di sisi kanan Mickey. “Mereka palsu. Mereka hanyalah sebuah ciptaan dari hasil obsesi ayahku,” jawab Mickey dengan lantang dan seketika tawa tadi berubah ke tatapan tajam menuju Lugos. “Dia aneh,” bisik Valrey pada Sargon. Valrey sama sekali bukan tipe orang yang mudah diintimidasi oleh apapun. Mickey pasti mendengarnya, sekarang tatapannya beralih ke Valrey. “Kau yang akan menjadi ketua dari demon hunter. Tim ini resmi didirikan mulai dari sekarang.” Mickey kembali tersenyum setelah mengutarakan keputusannya. Seharusnya mereka yang ada di sana memberontak pada keputusan sebelah pihak ini. Namun entah kenapa kali ini mereka hanya diam dan saling pandang. “Mereka datang!” teriak salah seorang penjaga di luar. Suara raungan dan geraman khas membuat Valrey dan yang lainnya segera berdiri dan bergegas melihat keadaan di luar. Puluhan orang berlari mencari perlindungan di manapun. Bahkan Valrey sempat malihat seorang perempuan muda yang seketika bersembunyi di dalam sebuah peti kayu di dekat gerbang dalam. Di kejauhan puluhan monster yang pagi tadi mereka lawan dengan kecepatan tinggi datang menuju istana. Di depan mereka, dua orang prajurit yang sedang berusaha memacu lari kuda yag ditungganginya agar lebih cepat akhirnya diterkam oleh salah satu makhluk itu dan bisa dipastikan bagaimana nasibnya. “Sembunyikan semua orang ke ruang bawah tanah!” Zyan berteriak pada prajurit yang membatu menyaksikan pemandangan mengerikan di bawah sana. Ia adalah prajurit yang bersembunyi bersama Zyan saat p*********n lalu. “Ingat! Jangan berubah penuh. Kau bisa menghancirkan tempat ini. Kita tak bisa menggiring mereka menjauh dari istana lagi.” Vio mengingatkan Valrey agar temannya itu tak kelewatan dan selalu dalam keadaan terkontrol. Sekarang tim demon hunter yang baru saja dibentuk akan melakukan misi pertama mereka. Sementara Mickey meminta Zyan untuk menarik mundur semua pasukannya yang ada, memintanya untuk tidak ikut campur. Tim Demon Hunter akan menyelesaikannya dengan segera.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN