"Dan tanpa panjang lebar lagi, kami akan umumkan pemenang ulzzang sekolah kita yang akan bertanding dengan pemenang Ulzzang nasional, orang itu adalah ...." Gue sudah tak peduli lagi siapa pemenangnya. Buat gue yang penting pemenang hati gue cuma satu ... tahu, kan, siapa dia? Gue bersandar ke d**a Pibi, lalu dia memeluk gue dari belakang sambil menaruh dagunya di bahu gue. "Kira-kira siapa, ya?" gumam Pibi. "Pasti bukan elo," sahut gue apa adanya. Ya, iyalah. Mengingat kekacauan yang dibuat Pibi, dia tak ditendang dari panggung saja sudah bagus! Kalau sampai Pibi menang berarti jelas ada KKN. Eh, ada kemungkinan seperti itu! Gue memandang Pibi curiga. "What?!" tanya Pibi bingung. "Pemenang kita adalah ... Tjoe Lun!" Ahlun menang! Gue bengong mendengarnya. Tak menyangka

