Gue menatap Om Beni, syok. "Darimana Om tau nama asli saya?" tanya gue dengan lidah kelu. Om Beni memandang gue dengan tatapan misterius. "Tentu saja saya tahu, karena saya yang memberimu nama itu." Jleb! Hati gue tersentak. Tak mungkin! "Bohong!! Yang memberi nama saya adalah Papa," protes gue. Om Beni menatap gue intens sambil menjelaskan dengan perlahan dan penuh penekanan. "Bianca ... singkatan dari Beni dan Inanca, Stella nama nenek dari ibu kamu. Kania adalah nama nenek dari papa kamu, dia juga ibu kandung saya." Gue hampir tak mempercayai pendengaran gue. Ini bercanda, kan? Mungkin Tuhan sedang menggoda gue. Mengapa semua jadi begini? "Tidaaak ...," gumam gue lemah dengan mata berkaca~kaca. "Kamu masih tak percaya? Bahkan aku tahu tanda lahirmu, t**i lalat yang ada

