Sebuah Restu

996 Kata

"Eemmm... Ily— " "Ya?? Mau kan??" Ily menatap wajah Kean dengan semburat merah di pipinya. "Iya Ily mau." "Yang bener?? Kamu mau jadi pacar kakak??" Tanya Kean dengan antusiasnya. "Iyaa kak, tapi nanti kakak bilang kan ke abang sama kak Sean??" "Iya nanti Kakak bilang... ke mereka." "Terima kasih karena udah mau jadi pacar kakak." Senyum tak luntur dari bibir keduanya. Walau bisa di yakini, bahwa Willy tersenyum dalam segala kebingungan yang melanda. "Ayo kita pulang." Willy pun mengangguk dan mengekor Kean dari belakang. Hal itu jelas membuat Kean terhenti sesaat kemudian menatap ke arah Willy. "Sini, jalannya di samping kakak." Senyum indah makin merekah di bibir Kean kala Willy membalas genggaman tangannya. Mereka pun akhirnya pergi menuju mansion Azfary. Tanpa terasa, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN