Mereka telah sampai di rumah sakit, dan dengan cepat memanggil para petugas untuk membantu mengangkat Sean yang kini tengah pingsan di dalam mobil. Wajah yang di penuhi lebam serta darah yang terus keluar dari kepala bagian belakangnya membuat Gea semakin khawatir. "Lo harus baik-baik aja, Sean. Lo pasti kuat, kan?" "Astaga, kenapa gue se-khawatir ini sama dia, aiishhh .... " Gea terus berbicara sendiri seraya mengikuti para perawat dan dokter yang kini tengah membawa Sean memasuki ruang UGD, ia berhenti karena dilarang untuk ikut masuk ke dalam. "Dia siapa, Ge?" Tanya sang ibu yang baru saja sampai karena tadi ia memarkir kan mobil terlebih dahulu. "Teman sekolah, lebih tepat nya anak pemilik sekolah, Bu." "Ohhh ... kirain, dia pacar kamu." Ucap sang mommy yang kini memberikan kerli

