Pagi telah tiba, sang surya menampakkan sedikit cahaya di celah gorden kamar membuat gadis cantik itu menggeliat mencari perlindungan. Ia berbalik memunggungi cahaya kemudian memeluk seseorang yang berada di hadapannya saat ini. Dengan muka yang ia sembunyikan pada d**a bidangnya dan kaki yang ia naikkan untuk mengeratkan pelukannya. Sean yang merasakan pun langsung membuka mata dan melihat siapa pelakunya. Namun, dalam sekejap bibir itu langsung tersenyum kala matanya menatap sang adik lah si pelakunya. Ia sedikit heran akan keberadaan kedua orang tuanya. Karena di kamar ini, yang tersisa hanyalah kita bertiga. Hm, mungkin orang tuanya butuh privasi. Sean mengangkat tangannya untuk menyingkirkan anak rambut yang tengah menutupi wajah Willy. Matanya melirik ke arah jam yang sangat p

