Papa dan Mama Vanesa segera masuk ke dalam mobil, kemudian melaju menuju rumah sakit yang dikabarkan oleh Arkan. Setelah menghubungi kedua orang tua Vanesa, kali ini Arkan juga menghubungi untuk mengabarkan hal yang sama juga. Mereka berjalan dengan terburu-buru saat sampai di rumah sakit. Mamanya Vanesa pun bergegas menanyakan kamar di mana anaknya di rawat. Setelah mengetahuinya, dia kembali berlari dan langsung masuk. Terlihat Vanesa tergeletak di atas kasur, tetapi kondisinya sudah sadarkan diri. “Mama.” Suara Vanesa kali ini terdengar serak. “Ya Allah, kok bisa, sih? Apa yang kamu rasakan saat ini?” Mamanya pun memberondong pertanyaan yang harus di jawabnya. “Tadi jalanan macet, Ma. Eh tiba-tiba, ada truk rem blong dari arah belakang. Ya sudah, terjadilah tabrakan beruntun itu. Un

