Vanesa dan Silvi melangkah keluar butik itu. Teman lama Silvi pun tecengang dengan ucapan apa yang telah dilontarkan Vanesa barusa. Dia lebih tak mempercayainya, seorang Vanesa yang dulu kerap dihina malah justru membelanya. “Hih, kok bisa-bisanya dia malah berpihak ke Silvi. Kukira dia mendekatiku karema percaya dengan ucapanku dan malah ingin berteman denganku, tetapi ternyata salah. Van ... Vanesa, mungkin sekarang kamu menganggapku hanya omong kosong. Awas saja jika kamu sampai tahu siapa Silvi sebenarnya. Kamu akan menyesal dikemudian hari. Wanita seperti Silvi tak pantas kamu jadikan seorang teman. Aku yakin, kamu akan malu jika mengetahu kenyatannya. Kau akan datang kepadaku dan mengatakan oenyesalanmu itu. Silvi hanya bermulut manis kepadamu Teman lama Silvi tak pernah tahu, jika

