Akhir musim gugur yang biasanya selalu lebih dingin dari hari-hari sebelumnya, tak lagi dirasakan Jordan. Berada di pelukan Jeremia membuatnya merasa hangat. Tidak, tak hanya hangat, tetapi panas. Setelah sarapan, mereka kembali melakukan aktivitas yang membuat mereka berkeringat. Sebenarnya Jeremia menolak, dia masih lelah. Namun, ia memaksa, dan akhirnya Jeremia menurutinya. Lagipula mereka tidak bercinta, hanya foreplay yang diberikannya kepada Jeremia. "Kau sangat cantik saat wajahmu memerah seperti ini." Jordan menciumi wajah Jeremia bertubi-tubi. Mukai dari matanya yang terpejam karena menikmati pelepasan hasil permainan jarinya, sampai mulutnya yang terbuka. Tak peduli dengan keringat yang membanjiri wajah cantik itu, Jeremia terlihat semakin menggairahkan. Wajahnya yang memera

