Selama hamil ini aku selalu berada di Singapore sampai akan melahirkan, keluarga yang bisa datang bergantian tapi menjelang kelahiran pada datang walau hanya memberikan semangat. Aku hamil anak kembar entah turunan dari mana karena aku tidak peduli tapi Tuhan mempunyai rencana yang tidak pernah kami sangka setelah kami kehilangan pada saat itu Tuhan memberikan ganti yang berlipat. Papa selalu bilang bahwa aku harus bersyukur atas apa yang sudah terjadi ini dan jangan melakukan kesalahan yang sama kembali. Proses penantian panjang dan sakit yang luar biasa akhirnya terbayarkan dengan kelahiran di kembar dengan proses normal, aku menginginkan proses normal ini agar bisa merasakan bagaimana rasanya sakitnya melahirkan. Aku menatap si kembar dengan perasaan tidak menentu. “Namanya siapa?” ta

