Bima memutuskan menerima tawaran papa untuk mengurus perusahaan yang akan dikembangkan di Singapore dan aku hanya bisa mengikuti kemana Bima melangkah, urusan dengan Mili ditinggalkan begitu saja seolah tidak peduli. Ketika sudah memutuskan hal tersebut Bima menghabiskan waktu dengan Billy karena kami sendiri tidak tahu akan berapa lama di sana. Masalah hak asuh anak Mili yang baru lahir di dapat keluarga Rifat dan itu membuat Rifat senang karena setidaknya tidak bersama Mili itu yang ada dalam pemikiran Rifat dan kami menyambut keputusan dengan senang. Sudah beberapa bulan kami di Singapore dan Bima selalu sibuk dengan pekerjaan di kantor sedangkan aku lebih banyak di apartemen menunggu kepulangannya namun tidak jarang aku membantu di kantor, selama di sini kami melakukan program hamil a

