“ENGGAK BOLEH!” Tiga orang dewasa yang berada di ruang perawatan itu sontak menoleh ke arah pintu ketika mendengar teriakan cempreng yang berasal dari sana, sumbernya tak lain dan dan tak bukan adalah seorang gadis seragam putih abu-abu. “Kenapa kamu bisa tahu Papa berada disini?” tanya Pradipta saat Pricilia melangkah menuju brangkar Ayahnya dengan ekspresi marah. “Maaf, Pak...” Prily menundukan kepalanya ketika mendengar pertanyaan itu dan Pradipta yang tahu kenapa sang anak bisa mengetahuinya hanya bisa menghela nafas. “Papa enggak boleh lanjutin kasus ini!” seru Pricilia dengan ekspresi tak mau dibantah. “Papa harus berhenti!” Prily yang merasa sebentar lagi akan terjadi perang antar Ayah dan Anak meringgis, sebenarnya ia tidak bermaksud apa-apa ketika menghubungi Pricilia, ia ha

