Sore ini Reina duduk di taman belakang seraya sibuk dengan ponselnya. Ia harus memilih antara Yogi dan Bumi. Tak bisa terus berada di dua hati. Sejujurnya, tak bisa di tampik ia juga ada sedikit rasa pada Yogi. Apalagi belakangan memang sikap pria itu berubah sekali. Yogi perhatian sekali, tentu saja akan mudah buat Reina goyah. Haris baru saja selesai mandi. Ia berjalan mendekati sang adik sepupu yang duduk di sana. "Rein." Haris menyapa buat Reina memalingkan wajah, sedikit terkejut. "Hmm? Mau jailin aku deh?" Haris mencubit pipi sang adik sepupu. "Pingin banget ya diganggu?" "Enggak," sahut Reina kesal. "Hehehehe, marah kamu sama Mas Bumi? Cuek banget seharian biasanya kalian paling akrab?" "Hmm, enggak berantem." Haris menatap Reina. Seolah menimbang atau tidak kata-kata yang

