Reina membuka matanya. Ia melihat Yogi yang masih tertidur di sampingnya. Pria itu meringkuk, cara tidurnya tak seperti biasanya. Gadis itu memegang kening sang suami, pria itu demam. Belakangan ia bekerja sendirian, Juki belum bisa diandalkan menangani laporan. Sementara ia tak ingin merepotkan Reina tang sedang sakit, meski Reina sering kali ingin membantu. Tubuh Yogi berkeringat, wajah putihnya memerah karena peningkatan suhu tubuh. Ia merapikan selimut Yogi. Lalu berniat berjalan ke luar sebelum tangan pria pucat itu menahannya. "Rein, badan saya kok sakit semua ya?" Reina kembali duduk, lalu mendekat pada Yogi yang perlahan duduk di sandaran kasur. "Masa sini tangan kiri Mas." Yogi menyerahkan tangan kirinya. Reina memijat di sana, seperti yang biasa dilakukan sang ayah. Jik

