<~Petang puluh enem~>

1399 Kata

Disha tampak cantik dan anggun dengan gaun floral berwarna lavender. Ia duduk di samping sang mami. Siang ini Leni, Susi, Uli, Rubi dan Kinan telah tiba. Hanya tinggal Nindi yang akan datang terlambat karena harus melakukan pemeriksaan rutin. Ia teka memberitahu pada Rubi bahwa ia akan datang terlambat. Leni memerhatikan Disha. "Aduh, anaknya jeng Lia cantik sekali ya." Disha membungkuk malu. "Terima kasih Tante." "Iya, dia juga sudah ikut program kerja. Doakan ya Jeng, bisa lolos, jenjang karirnya panjang," ujar Camelia bangga. "Aamiin," sahut semua kompak. Tak lama Nindi datang buat Disha memerhatikan. Meski terlihat berpakaian paling sederhana, Nindi terlihat paling elegan dan anggun. Agaknya, ia tau darimana asal pesona yang dimiliki Yogi. "Maaf aku terlambat ya." Nindi menat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN