Niat ingin segera pulang tidak terealisasi dengan baik ketika di perjalanan Gasdan melihat anak-anak sedang mengantre salah satu permainan yang memacu adrenaline. “Mau itu, Bunda” tunjuk Gasdan di sampingnya dengan telunjuk tangan kanan mengarah pada tiang flying fox sedangkan tangan yang kiri menggenggam erat tangan kanan Amadea. Mengalihkan pandangan ke belakang, Amadea rasa Gildan pun mendengar permintaan Gasdan sehingga lelaki yang masih saja menampakkan raut datarnya mengangguk singkat. Menyejajarkan tingginya dengan Gasdan. Amadea bertanya ragu. “Gasdan berani?” tidak yakin dengan keinginan Gasdan padahal ayahnya sendiri terlihat biasa saja. Setelah tadi Gasdan mengangguk antusias dan berujar bila dirinya berani, kini Amadea sedang menunggu di bawah, melihat Gasdan ya

