Di ruang meeting yang sangat megah dan bergaya dinamis, Aya hanya ditemani oleh seorang direktur operasional, Cathrin Anjani, dan klien -nya bersama seorang wakilnya. Jadi formasi meeting siang itu adalah dua wanita dan dua pria. Ketika sedang asik bicara, Aya terdiam mendengar ketukan di pintu. Namun ia acuh saja tak menjawab, ia menunggu apa yang dilakukan Karina telah mengganggu meeting -nya dengan mengetuk pintu ruang meeting. "Bu Ayana, permisi," wajahnya terlihat seperti terdesak. Kemudian muncul seorang pria dari balik pintu. Ah, Aya terkejut terkejut namun ia bisa menduga ketika seseorang itu memaksa untuk masuk ke ruang meeting. Dan cukup membuat semua terdiam. Mata Aya tertuju pada Andrew yang tepat duduk di sampingnya ketika bola mata pria itu menyorot tajam ke arahnya. Takut

