Entah apa yang sedang Alex katakan saat ini Aya tak mendengarnya ketika memasuki sebuah ruang kerja yang mewah dan seluruh furnitur terbuat dari jati tua yang sangat etnik, kemudian matanya tertuju pada foto tua, tentu saja foto pemilik ruangan dan juga seluruh isinya. Melihat foto itu membuat Aya membayangkan ketika Alex menua nanti. Alex masih terus saja berkata menceritakan tentang semua kebaikan dan juga kehebatan mendiang kakeknya. Bagi Alex tak ada orang yang lebih hebat dari kakeknya itu. Ia terus saja berkata tanpa tahu jika Aya tidak mendengarkan sejak awal. Aya hanya sibuk pada pikiran dan kata di dalam hatinya sendiri. Achary Sandjaja, apa yang kamu lakukan pada kakekku, akan aku lakukan... "... Jadi apa yang ingin kamu tau, honey?" tanya Alex tanpa ada curiga. "Um, yeah,

