43. Ayana

1045 Kata

Alex kembali ke rumahnya. Ia tampak gelisah dan putus asa, melemparkan jas dan tas kerjanya asal saja ketika berada di dalam kamar mewah pribadinya. Kemudian menuju dinding kaca di sisi depan kamar. Menekan kedua tangannya di sana, kemudian memukul beberapa kali dengan tinjunya pada dinding kosong. Vivian dari ambang pintu memperhatikan sikap putranya yang tak biasa. Selama 33 tahun hidupnya tak pernah terlihat seputus asa ini. Dia mendekat, meraih pundak putranya. "Ada apa dengan dirimu, Alexis?" tanya Vivian cemas. "Gadis itu Mam, aku sangat mencintainya--begitu pun dia. Tapi entah apa sebabnya ... Ayahnya tak menyukaiku? Apa yang salah dari diriku? Aku sangat mencintai putrinya. Tidak akan menyakitinya." "Siapa dia? Siapa gadis yang kamu cintai itu, Nak?" "Ayana. Ayana Soedrajad.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN