60. Ayana

1128 Kata

   Setibanya di Jakarta, hal yang pertama ia lakukan adalah menemui Viviana. Mami-nya Alex. Wanita yang sedang sangat sedih memikirkan putranya.    Dan sekarang Aya sudah berhadapan dengan wanita itu. Matanya sangat sayu. Jelas dia kurang tidur. Dan beban di kepalanya pastilah sangat berat. Dia sudah pernah kehilangan putra tercinta karena seorang wanita. Bukanlah hal yang mudah untuk menyembuhkan luka itu. Bahkan tidak akan sembuh. Kali ini ia sedang berada di posisi menakutkan itu.    Aya menarik napas dalam-dalam sebelum mulai bicara. Seberapa takut pun ia kehilangan Alex, ia harus bisa menenangkan wanita itu. Seorang ibu yang sangat menyayangi putranya yang kini entah di mana.    "Tante," Aya memegang tangan wanita yang seusia dengan ibunya itu di antara dua cangkir teh, "Alex akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN