Dengan kekuatan gabungan kami, aku dan Ciel berhasil menyulitkan pengguna Buku Kematian. Serangan kami yang dahsyat berhasil melukai musuh, menghancurkan tangan kanannya. Namun, kelegaan kami berumur pendek. Tak sampai satu detik, pengguna Buku Kematian tersebut beregenerasi, memulihkan dirinya sepenuhnya. Aku dan Ciel, menyaksikan hal itu, merasa putus asa. "Bagaimana ini mungkin?" desisku, rasa frustrasi bercampur ketakutan mulai menguasai diri. "Khahaha, serangan anak kacil seperti ini berencana mengalahkanku? Aku sungguh kecewa dengan kalian pengguna buku kehidupan" Pengguna buku kematian itu menggertak. Ciel, wajahnya pucat, menatap musuh dengan mata yang lebar. "Dia tidak bisa dikalahkan," katanya, suaranya bergetar. "Apa yang harus kita lakukan?" Bagaimana tidak, itu adalah har

