Elvan hanya diam di kamar sambil melihat buku-buku yang ada di kamar Fraya, ada salah satu buku yang menarik perhatian Elvan. Ia kemudian mengambil buku tersebut dan membacanya. Banyak tulisan yang berisi curhatan isi hati Fraya, selembar demi selembar ia baca tak melulu berisi kesedihan ada juga yang berisi tentang kelucuan yang terjadi di sekolahnya. Senyum Elvan memudar saat ia membaca sebuah curhatan Fraya tentang seorang laki-laki yang ia suka. Mata Elvan membulat saat ia melihat namanya tertulis di sana. “Aku mencintai mu Elvan sejak awal kita bertemu, sayangnya kau tidak pernah sadar akan hal itu.” Terdengar suara seseorang membuka pintu, Elvan segera menutup kembali buku diary Fraya dan keluar dari kamarnya. “Kau sudah datang.” “Hm, makanlah ini sangat enak.” Elvan membuka ma

