Hari itu juga, Zoya terpksa harus pindah ke kamar Zeyn karena kesepakatannya. Zoya yang sebelumnya hkan tidak pernah berduaan dengan pria seperti ini dikamar, jelas saja merasa canggung meskipun Zeyn kini berstatus suaminya. Zeyn hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan karena tingkah Zoya yang seperti bingung harus berbuat apa ketika berada di kamarnya. Dia membuka bajunya yang membuat Zoya terkejut dan reflek memalingkan wajahnya. "Aku membutuhkan ponsel dan laptopku, aku masih kuliah dan tidak mau berhenti ataupun cuti." Ucap Zoya memulai pembicaraan dan mwmbuat Zeyn tersenyum. Zeyn mengambil ponsel baru di lemari penyimpanannya beserta laptop baru. "Ini, semua data dari ponsel dan laptop lamamu sudah aku salin di sini," ucap Seyn yang akhirnya membuat Zoya menoleh. "Di

