Hari-hari berlalu. Kiara sudah mulai akrab dan semakin bisa menguasai bagaimana pekerjaannya, dia juga menjadi tau bagaimana kebiasaan dan makanan yang biasa di makan oleh bos-nya ini. Kiara selalu ikut ke manapun Luca pergi, dia malah seperti bukan sekretarisnya namun seperti asisten pribadinya. Dia harus tau ukuran baju Luca dan bahkan beserta dalamannya jika andaikan Luca ada kegiatan lain di luar kota dan mengajaknya. "Aku harap mama selalu baik-baik saja di sana." Gumam Kiara menghela nafas panjangnya. Dia membuka dompetnya dan sebenarnya uangnya mulai menipis karena memang dia hanya mengandalkan gajiannya bulan depan. Sedangkan di ruangan, entah kenapa Luca malah melihat cctv sekitar kantor dan tertuju dengan Kiara yang tadi membuka dompetnya dan menghitung uangnya. Dia sempat

