37. Bertemu Adik

1346 Kata

“Kau yakin tidak bermimpi?” tanya Elly sembari mengelus rambut Merlin. Merlin merebahkan kepala di pangkuan kakaknya. Barry hanya melihat tingkah kayak adik itu dari sudut kamar Merlin–sembari membiarkan pintu terbuka. Beberapa anak Panti yang berseliweran tampak ramah menyapa dan melambai tangan ke arahnya. Beberapa kali Barry dan Elly menjenguk Merlin, membuat mereka kenal dengan beberapa dari anak Panti, terutama yang dekat dengan Merlin. “Aku sangat yakin. Tangannya sangat dingin menempel di sini.” Merlin memegang tengkuknya. “Dia sangat marah padaku, karena aku mengintipnya. Dia tidak ingin semua orang tahu kalau dia punya handphone. Handphone yang mengeluarkan suara merdu yang selalu aku dengar setiap pagi.” “Handphone?” Merlin mengangguk. Dia semakin menggelung badan, membuat E

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN