Fafa tidak mendapati Merlin saat makan malam. Perasaannya menjadi tidak enak. Makan malam biasanya dilanjutkan dengan belajar bersama di aula, dan Merlin tidak muncul juga. “Semoga dia tidak kambuh,” batin Fafa berusaha menenangkan diri. Meski batinnya semakin malam semakin tidak tenang. Dia tidak bisa fokus membaca buku di tangannya. Diliriknya anak-anak lain, terutama yang sebaya dengannya, sepertinya tak peduli ada atau tidak si Merlin bersama mereka. Karena memang di Panti, Merlin bukanlah anak yang sangat disukai. Dia lebih sering mengurung diri di dalam kamar. Bunda bahkan mewanti-wanti anak-anak lain untuk tidak mengganggu Merlin, karena dia memang anak Panti yang masuk program rehabilitasi. Kamarnya saja berbeda dengan yang lain, karena kabarnya kakaknya yang membayar fasilitas d

