Chapter 25

1080 Kata

Kenapa kau ingkar, Sayang? Adakah yang kau sembunyikan, Sayang? *** Jalanan rapat dengan kendaraan bermotor. Bunyi klaksosn saling bersahutan, menuntut agar bisa maju ke depan, dan bebas dari himpitan yang menyesakkan dengan bertumpuknya asap juga teriknya matahari. Keluhan mulai keluar di setiap bibir, tak terkecuali bibir manis Renata. "Sebenarnya apa yang selalu bikin macet di depan, sih? Jalan udah kayak kura-kura begini, masih aja ada macet lama. Ini, nih, gara-gara kamu." Renata menoleh sengit ke arah Alexis yang kemudian mengernyit mendapati Alexis seperti melamun. Tangan kiri Alexis masih setia di kemudi. Siku tangan kanan menempel di jendela kaca, sedang jemarinya menumpu dagu. Wajahnya serius menatap ke depan, seolah fokusnya tak lepas pada jalanan yang merayap. Tapi, Renata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN