Sakit yang merajam, membuat seseorang mencari pembenaran dengan menyalahkan yang lain. *** Saga sudah memasukkan mobilnya di garasi. Mesin dan lampu juga sudah mati. Setelah melepaskan sabuk pengaman, ia heran melihat Kayonna yang masih terdiam. Bukan melamun. Saga bisa menilai begitu karena terlihat bola mata Kayonna bergerak. Hanya saja, gadis itu mungkin sedang berpikir terlalu serius hingga tak menyadari sekeliling yang gelap, hanya menyisakan pendar cahaya dari luar garasi. "Yonna...." Saga menyadarkan Kayonna dengan setengah berbisik. "Yonna...." Ulang Saga dengan suara agak ditinggikan tetapi tetap lembut. Kayonna mengerjap, menoleh kanan kiri, terkesima karena ia dikelilingi kegelapan yang samar karena masih ada pendaranlampur dari luar. "Kita sudah sampai?" tanya Kayonna. "

