Chapter 62

443 Kata

Pesan pertama tak kau mengerti. Kali ini kukirim pesan kedua. Aku harap kau mengerti perasaanku padamu. *** Kayonna memilih menerima dulu sup sehatnya. Berpikir negatif dan kemudian menolak begitu saja tanpa alasan jelas,  justru akan mempengaruhi penilaiannya sebagai dokter. Kayonna tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Kayonna melangkah cepat masuk ke IGD dan langsung menuju ke ruangannya. Perasaannya tegang dan itu menular pada Saga. "Saya panggil salah satu polisi, ya," ujar Saga setengah berbisik. "Jangan. Ini memang sup. Ini beda dengan bingkisan sebelumnya." Kayonna tahu di dalamnya adalah makanan berkuah karena tekanan dan goyangan panci. Tapi, tetap dia tegang. Saga menurut. Sampai di dalam. Kayonna meletakka hati-hati wadah keramiknya. Saga sendiri berdiri di sisinya. Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN