Yang tersakiti akan membalas luka. Yang tak disukai akan menjadi teman. *** Kayonna berangkat lebih pagi dari biasa. Bukan rindu kerja, tetapi sejak mimpi buruknya yang aneh, dia tak bisa tidur lagi. Ada keuntungannya, dia tak perlu direcoki Saga. Sesampainya di rumah sakit, Suster Anis menghampirinya dengan tergesa. Mimik wajahnya terlihat tegang. "Ada apa?" tanya Kayonna sambil mendekat. "Ada paket buatmu. Ayo, cepat." Anis menarik tangan Kayonna agar melangkah lebih cepat. "Emangnya paket penting?" Kayonna kemudian bingung karena Anis membawanya keluar. "Lah, ini ke...." "Paketnya di ruang sekuriti. Paketnya aneh," potong Anis yang terus melangkah cepat. "Anehnya bagaimana?" "Pak, ini Dokter Kayonna." Anis tak menjawab karena sudah masuk ke ruang sekuriti. Seorang sekuriti be

