Chapter 39

831 Kata

Aku adalah bayang-bayang saat matahari condong di hadapanmu. Tak perlu kau terganggu denganku, cukup aku yang mengawasimu dari belakang. Menjagamu. *** "Tidak apa-apa?" Kayonna menjingkat terkejut mendapat sapaan tiba-tiba sesaat setelah membuka pintu ruang toilet. Alexis berdiri, sandar panda tembok di hadapan pintu toilet. Ia menegakkan tubuh dan mendekati Kayonna. "Kamu tidak apa-apa, 'kan, Dokter Kayonna?" tanya Alexis lagi. Kayonna merasa Alexis terlalu perhatian. "Tidak. Saya tidak ap-apa. Terima kasih." Kayonna mengangguk dan mulai melangkah menjauhi toilet. Alexis mengikuti.  "Papa, tidak apa-apa, 'kan?" Setiap Alexis mengucapkan kata 'Papa', selalu timbul desir aneh di hati Kayonna. Desir kerinduan yang sayangnya ia tidak tahu harus rindu ke siapa. Kepada Papa siapa. "Tung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN