Chapter 20. Betrayal

1743 Kata

DEMETRA    “Assalamualaikum,” ucapku saat memasuki rumah. Setelah Revan berangkat pukul tujuh malam tadi, aku pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Sudah cukup seminggu mencoba menjauhi keluargaku sendiri, saatnya untuk menyelesaikan semuanya. Saat aku masuk terdengar langkah kaki menghampiriku di ruang tamu. “Demi! Akhirnya kamu pulang juga!” seru seorang lelaki yang selalu kurindukan selama ini. “Bang Athan! Kapan datang?” Aku berlari menghampirinya dan memeluknya dengan erat. Sudah hampir setengah tahun kakak lelakiku ini tidak pulang ke Indonesia. Walaupun kami rutin berkomunikasi, tapi tetap saja aku merindukannya. “Tadi pagi. Kamu ngapain aja di rumah Cindy? Nginap berhari-hari. Merepotkan orang saja. Makanya cepet nikah!” omelnya sambil mencubit pipiku. “Dih, kagak nyambung!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN