Revan duduk di kursi malas di dalam kamarnya dengan mata bengkak dan badan lelah. Sejak Devan mengatakan bahwa Demi telah meninggal setahun yang lalu, air mata tidak kunjung berhenti mengalir dari kedua mata sayunya. Hatinya hancur berkeping-keping mengetahui istri yang sangat dia cintai meninggalkannya terlebih dahulu. Demi meninggal di hari peringatan pernikahan mereka yang ke-49. Seharian Demi merayakan bersama dengan Revan, anak, dan cucu-cucunya di rumah. Saat malam hari, setelah semua perayaan selesai, Revan dan Demi mengistirahatkan badan renta mereka di tempat tidur sambil berpelukan. Walaupun samar, Revan mengingat ucapan terakhir istrinya itu. “Aku bahagia menikah dengan kamu, memiliki anak denganmu, dan menghabiskan waktu bersama hingga kita keriput seperti sekarang. Cintaku u
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


