Chapter 18. Stop Hurting Each Other

2203 Kata

DEMETRA Saat membuka mata dan tersadar sepenuhnya, aku terkejut menyadari aku berada di kamar yang asing. Di mana ini? Bukankah tadi malam aku berada di kamar Cindy? Tertidur setelah menangis tanpa henti selama tiga hari tiga malam. Kenapa pagi ini, tiba-tiba aku berada di kamar entah siapa? Aku menegakkan tubuhku, lalu melihat ke sekeliling kamar. Kamar yang sangat luas dengan warna perabotan didominasi putih dan hitam, lalu aroma maskulin yang tercium jelas. Aku mencoba mencari tahu siapa pemilik kamar ini dengan mencari keberadaan foto, tapi nihil. Yang aku tahu pasti ini adalah kamar lelaki. Cindy tidak menjualku ke lelaki aneh karena bosan melihatku menangis, kan? Aku tertawa sendiri dengan pemikiran tololku. Namun, saat tertawa, sakit di kepalaku kembali muncul. Mungkin akibat k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN