DEMETRA “Nggak apa-apa orang-orang tahu soal kita?” tanyanya sambil mengulum senyuman. Dia melirikku dengan seringai di bibirnya. “Besok, pasti semua orang tahu soal kejadian tadi.” “Diam aja deh,” sungutku kesal. “Kamu sayang banget ya sama aku?” Dia tertawa puas. “Bisa diam nggak?” seruku semakin jengkel. Dia malah tertawa kencang. Setelah kejadian menggemparkan tadi, Revan akhirnya dibawa ke ruangannya. Tidak lama, dokter perusahaan datang untuk memeriksanya. Ternyata Revan pingsan karena kelelahan dan kurang tidur. Dokter pun menyuntikkan vitamin dan memberinya obat agar tubuhnya kembali sehat. Setelah beristirahat beberapa saat di ruangannya, kondisi Revan berangsur pulih. Sekarang, dia bahkan s

