DEMETRA “Kamu kenapa ngeliatin aku begitu?” tanya Revan yang baru memasuki kamar. Dia baru saja mengecek keempat anak kami yang sudah terlelap sejak kami sampai di rumah. Dia menatap bingung padaku yang duduk bersandar di kepala tempat tidur. “Sejak dari reuni tadi, kamu jadi aneh.” Revan kemudian menghampiriku, bermaksud duduk di sampingku. Saat sudah dalam posisi nyamannya di sebelahku, aku memutar tubuh menghadapnya. Meneliti raut wajahnya yang sebenarnya sudah kuhapal di luar kepala. “Jawab jujur! Kamu pernah punya pacar namanya Kelly?” Tentu saja aku tidak ingat nama Kelly sampai Asti mengatakannya tadi. Semua kejadian di hari itu hanya tersisa samar diingatanku. Yang kuingat jelas, hanyalah cowok m***m yang membuatku kesal. Cowok m***m yang ternyata menjadi suamiku saat ini.

