REVAN Hampir satu jam kami terjebak di dalam lift. Meskipun begitu, kami beruntung bisa keluar dengan selamat tanpa ada yang terluka parah. Pihak gedung berulang kali meminta maaf atas kelalaian mereka. Karena aku masih begitu lelah, kubiarkan anak buah Ayah yang mengurus mereka. Setelah ini, kupastikan mereka mengerjakan pekerjaan mereka dengan benar agar tidak terjadi insiden seperti ini lagi. Begitu aku keluar, Ayah sudah menungguku dengan cemas. Dia langsung memelukku dan mengucapkan syukur karena aku baik-baik saja. Perlu waktu lima belas menit bagiku untuk membuatnya kembali ke ruang rapat yang dia tinggalkan begitu mendengar aku terjebak di lift. Bukannya aku tidak ingin diperhatikan Ayah, tapi meeting itu penting. Dia sedang berdiskusi mengenai izin p

