Lima belas tahun sudah berlalu sejak aku dan Revan melewati masa di mana ikatan pernikahan kami diuji. Banyak hal yang kami lalui selama itu, tapi setelah berhasil melewati cobaan yang terberat, hubungan kami semakin kokoh. “Kamu meeting jam tiga sore ini, lalu besok pagi ada tele-conference dengan rekanan di Cina.” Aku menjelaskan jadwal Revan seperti biasa. Ya, aku kembali menjadi asisten Revan di kantor. Setelah keempat anak kami beranjak dewasa, aku memutuskan untuk kembali bekerja. Sudah sejak anak terakhir kami, Dee, berusia dua belas tahun aku kembali bekerja. Suamiku itu tidak pernah memiliki asisten yang betah bekerja dengannya yang tegas dan perfeksionis, akhirnya aku kembali mendampingi Revan di kantor. Memang hanya aku saja yang bisa menghadapi Revan dengan segala sifatny

