Eddison

1349 Kata
“Bolehkan aku mengetahui sesuatu?”tanya Julio kepada Lud yang kini menolehkan pandangannya menatap ke arah Julio yang berjalan disebelahnya, ketika mereka tengah berjalan menuju sebuah ruangan yang tidak diketahui oleh Julio saat itu. “Apa itu?” tanya Lud kepada Julio, “Kemana kita akan pergi?” tanya Julio kepada Lud yang kini mengerutkan dahinya setelah menerima pertanyaan itu, “Bukankah seharusnya kita pergi ke rumah Eddison itu?? kenapa kita malah berjalan menuju sebuah ruangan?” pertanyaan Julio saat itu membuat Lud tersenyum seraya membuka ruang kamar tersebut, yang ternyata ruangan itu adalah ruangan senjata yang mereka ambil beberapa waktu yang lalu, “Kita akan ke rumah Eddison setelah kita membawa ini bersama dengan kita tentunya” jawab Lud kepada julio yang kini mengerutkan dahinya, “Jadi … maksudmu, kita akan kembali berurusan dengan para polisi seperti kemarin?” tanya Julio kepada Lud yang kinbi menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu aseraya masuk ke dalam ruangan itu untuk memilih beberapa senjata yang menurutnya cocok untuk mereka bawa hari ini, “Oh God!” rutuk Julio karenanya, dirinya tidak bisa jika harus berurusan dengan yang seperti itu, itu sangat menegangkan baginya, “Ah … jika kau tidak bisa membawanya, tidak akan menjadi masalah … aku hanya akan memberimu tugas untuk mengemudi seperti Natahan kemarin”sambung Lud kepada Julio yang kini terkekeh mendengarnya, “Sama saja seperti aku berurusan dengan mereka … tapi yasudahlah karena pada dasarnya harus kulakukan demi adik dan teman-temanku” terang Julio kepada Lud yang kini menyunggingkan senyumnya dan mengangguk setelah ia mengambil beberapa senjata di sana, “Itu benar … anggap lah bahwa mereka adalah orang yang harus kau lawan demi adik dan teman-temanmu” ucap Lud kepada Julio yang kini mengangguk dengan pasti karenanya, “Let’s go!” sambung Lud mengajak Julio untuk pergi menuju mobil dan pergi ke rumah Eddison. Lud dan Julio saat ini berjalan menuju mobil mereka dan Lud adalah orang yang pertama yang mengendarai mobil mereka menuju kediaman Eddison, karena Julio berkata bahwa ia harus melihat terlebih dahulu rute yang akan mereka lewati nantinya, dan hal itu disetujui oleh Lud. Rumah Eddison berada di pertengahan kota, dan dari sana Julio menilai bahwa Eddison adalah orang yang cukup memiliki uang yang banyak, karena perumahan yang ada di sana sangatlah bagus. “Apa pekerjaan Eddison?” tanya Julio kepada Lud yang kini menoleh singkat menatapnya dan kemudian menepikan mobilnya di salah satu rumah yang ada di sana seraya berucap, “Kau akan mengetahuinya setelah kau bertemu dengannya secara langsung, jadi ayo kita sudah sampai!” ajak Lud kepada Julio yang kini melepaskan safety belt miliknya dan keluar dari mobil bersamaan dengan Lud, dan tentunya Julio mengenakan masker dan juga topi seperti kemarin. Langkah kaki Julio saat ini berjalan mengimbangi Lud yang kini menaiki tangga di teras rumah dan kemudian mengetuk pintu rumah itu sebanyak tiga kali, sebelum akhirnya ia menekan tombol bel satu kali. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Lud dan Julio untuk menunggu, seorang lelaki tua baru saja membukakan pintu rumah tersebut, dan hal itu membuat Lud tersenyum dan dengan sopan menyapa lelaki tua itu, “quis est? (siapa itu)”sebuah pertanyaan yang terlontar dari lelaki tua itu terdengar sangat serak, yang membuat Julio merasa bahwa kakek ini sedang tidak baik-baik saja di sana, “Salve, est Lud Wittgenstein. Madam Samantha me ad Domine Eddison (Halo, saya Lud Wittgenstein, Nona Samantha memerintahkan aku untuk bertemu dengan anda tuan Eddison).” jawab Lud kepada lelaki tua yang kini menghembuskan napasnya dan kemudian berucap, “est igitur? Than Come in (benarkah begitu? Kalau begitu, masuklah)” ucapan lelaki tua yang ternyata tuan Eddison, hal itu membuat Lud mengangguk, dan bahkan ketika Eddison membukakan pintunya dengan lebar, Lud masih bertindak sopan di sana, dan hal itu membuat Julio mengikuti gerak-geriknya ketika mereka masuk ke dalam ruangan tersebut.   “Ikutlah … kita lebih baik berbicara di ruang dalam!” ajak Mr.Eddison kepada Lud dan Julio yang kini mengangguk mengiakan ajakan Mr.Eddison dan berjalan mengikuti langkah kakinya yang kini masuk ke dalam rumah dan berhenti di sebuah ruangan yang terlihat cukup rapi, tak ada satu pun staff atau maid yang bekerja, sehingga Julio merasa penasaran kenapa dirinya tidak memiliki maid atau pekerja di sana. “Silahkan duduk, aku akan menyiapkan minuman untuk kalian” ucap Mr.Eddison, namun dengan cepat Lud menolaknya dan berucap, “Tidak perlu repot Mr.Ed! Kami tidak akan lama” ucap Lud kepada Mr.Eddison yang kini menoleh menatap dirinya dan juga Julio secara bergantian dan akhirnya mengangguk menanggapi hal itu, “Very well … jadi apa yang kalian inginkan dariku? Samantha tidak pernah lagi menghubungiku semenjak Deco tewas, dia hanya memberiku sebuah surat … tapi aku tahu, itu semua dilakukan olehnya agar tidak ada lagi orang yang terluka, lagi pula diriku yang tua ini bisa apa?? melihat cucukku lewat photo yang dikirimkan oleh dirinya saja sudah membuatku merasa senang!” ucap Mr.Eddison kepada Lud dan Julio, dan hal itu membuat Lud mengangguk-anggukkan kepala mengerti perasaan Eddison di sana. “Sebenarnya, kedatangan saya kemari untuk bertanya mengenai Domine Deco, Mr.Ed” ucap Lud, dan hal itu membuat Mr.Eddison menoleh menatapnya, “Apakah dia menitipkan sesuatu kepada Anda?? karena pasalnya Nona Samantha tengah dalam keadaan yang gawat, kami bahkan tidak bisa melakukan apapun dan sedang terdesak oleh pemerintahan, tuan Ed … jika ada, kami membutuhkan itu” sambung Lud kepada Mr.Eddison, dan hal itu membuat Mr.Eddison terdiam untuk sejenak, “quod opus, Mr.Ed … Just that (Mr.Ed kami membutuhkannya, hanya itu)” ucap Lud kepada Mr.Eddison yang kini menghembuskan napasnya dan mengangguk mengiakan hal itu, “Aku memiliki satu, ini adalah surat perjanjian dan aku pernah menjadi saksi di dalam perjanjian itu … Deco memberikan surat ini beberapa minggu sebelum dia tewas” ucap Mr.Eddison kepada Lud, dirinya kini berjalan menuju sebuah lemari kayu yang antik dan ia membuka lemari tersebut untuk akhirnya mencari-cari surat yang dimaksud olehnya. “Ex deco suadeant ut semper hic, sed Milo pro ei acceperit providebt sib.. accedit in inferenum suum. Pauper … (sejak dulu saya selalu menyarankan Deco untuk pergi dari sini, tapi dia malah menikahi anak Miles, dia masuk kedalam nerakanya sendiri. Anak yang malang …)” ucap Mr.Deco bercerita kepada Lud dan juga Julio yang terdiam menatap serta mendengar ucapan dari Mr.Eddison. “Lud … hei …” bisik Julio kepada Lud yang masih mendengarkan ucapan Mr.Eddison tanpa menghiraukan Julio yang memanggilnya di sana, “post Deco rara mori, insanimus et imperium Miles opus est auxiloi… Hah! Ego realites non volunt, sed quoniam Caro rat Deco.. I’m Volens Auxilium. (setelah kematian Deco, pemerintahan mulai menjadi gila.. dan Miles butuh bantuanku? Hah! Sebenarnya aku tidak ingin membantu, tapi karena disana ada darah daging Deco, maka aku harus bersedia membantunya)” sambung Mr.Eddison panjang lebar di sana, dan setelahnya Mr.Eddison pun terlihat telah menemukan file yang dimaksud dan kini ia berjalan mendekati Lud dan juga Julio. Diberikannya file yang kini bertuliskan ‘Deoc, Deco Impperium (dokumen perjanjian Deco)’senyuman pun terkembang di bibir Lud dan kini mengangguk seraya berucap, “Terima kasih, Mr.Ed” ucap Lud kepada Mr.Eddison, dan hal itu membuat Mr.Eddison mengangguk seraya berucap, “Deco iam diu abhinc.. considerantdum est de filio eius et filio pono autem, ut sis mihi proles edita. Illum salvum facere ut hic ab eo, quia nolunt amittat. ( Deco sudah kuanggap sebagai anak sendiri sejak dulu.. dan aku menganggap anaknya adalah cucuku, jadi tolong selamatkan dia. Bawa dia pergi dari sini. Karena aku tidak mau merasa kehilangan lagi)” mendengar curahan hati dari Mr.Eddison membuat Lud menganggukkan kepalanya seraya berucap, “Saya akan melakukannya dan melindungi Samuel, terima kasih karena telah membantu kami Mr.Ed” ucap Lud lagi dan hal itu kembali diberi anggukan oleh Mr.Eddison yang kini menampakkan wajah sedihnya di hadapan Lud dan juga Julio, “Now go! Kau tidak memiliki banyak waktu saat ini, pergilah” ucap Mr.Eddison kepada Lud dan Julio yang dengan segera berdiri dari sana dan mengangguk menyetujui hal itu. Setelah mereka mendapatkan file tersebut, keduanya pun segera pergi dari tempat itu dan berencana untuk langsung pulang ke kediaman Miles. …  To be continue.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN