Chapter 18 - Pelerai Kekacauan

1884 Kata

Sore hari di kamar pribadinya fattah sedang memakai pakaian dinasnya bersiap untuk melaksanakan pekerjaannya sebagai bodyguard. Pakaian serba hitam yang terdiri dari kemeja dan celana serta sepatu. Dipadukan dengan postur tubuh tegap dan kulit yang putih, membuat warna hitam terlihat kontras saat dipakai oleh pria itu. Memiliki tatapan mata yang tajam, membuat banyak wanita yang melihat langsung menaruh hati kepadanya. Sering kali fattah mendapat tawaran one night stand dari para pengunjung di club tempat dirinya bekerja. Tapi karena fattah masih memiliki iman yang tebal, sehingga hatinya sama sekali tidak bergeming dengan berbagai macam rayuan yang datang. Padahal tawaran itu datang dari wanita wanita cantik nan sexi. Apalagi lelaki itu memang sudah sering mengalami hal seperti ini dika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN