Tidak Akan Menikah

1662 Kata

Rengganis mengerutkan keningnya saat mendapati sang putra sedang asyik memainkan ponselnya. Beberapa kali bahkan senyum-senyum sendiri seperti orang yang sedang kasmaran. Sontak Rengganis segera mendekat, lalu menepuk pundak sang putra. "Ngapain kamu senyum-senyum tidak jelas begitu? Kesambet nanti Bunda yang susah," "Telat Bun, Jagat udah terlanjur kesambet ini." sahut Jagat yang justru menjawab seenak jidatnya. "Kesambet apa? Jangan aneh-aneh kamu Gat. Bunda tadi kan cuma bercanda." "Kesambet hantu bucin Bun—aduh! Kira-kira dong Bun kalau mau nggeplak astaga." "Salah sendiri jawabannya kok ngawur! Hantu bucin hantu bucin gundulmu! Ketempelan beneran baru tau rasa kamu." "Tadi kesambet, sekarang ketempelan. Yang bener yang mana nih? Kesambet atau ketempelan Bun?" "Bunda pukul lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN