Jagat berdehem di saat suasana berubah menjadi canggung. Sebenarnya juga sejak tadi. Sejak di mana seseorang yang mendadak menyapa Kaluna, kebetulan adalah orang yang Jagat kenal. Jagat tidak tau apa hubungan Kaluna dengan seseorang tersebut. Dia penasaran, tapi tidak berani bertanya. Apalagi tadi Kaluna langsung pergi begitu saja meninggalkannya. Tentu Jagat lebih memilih mengejar Kaluna daripada mengedepankan rasa penasarannya. Jagat berdehem sekali lagi guna menarik perhatian sang puan. Namun, ketika dia berhasil menarik perhatian Kaluna, Jagat merasa seperti sedang dicekik. Tatapan Kaluna benar-benar tajam dan datar. Seolah malas melihatnya yang masih bertahan di rumah wanita itu. "Kenapa?" tanya Kaluna dengan nada bicara yang begitu datar. "Duh, jangan galak-galak dong Kaluna. Mas

