Sinta sedikit bersantai di tempatnya selagi Kaluna sedang meeting dengan klien di lantai atas. Gadis itu menggigit bibir bawahnya ketika baru saja membaca pesan masuk dari Erika—asisten Kaluna. Sinta memilih untuk tak membalasnya, karena dia juga bingung harus berapa kali menolaknya. Tapi Erika tetap saja terus menekannya. "Sengaja ya cuma baca chat gue?" Sinta menoleh dan terkejut saat Erika tiba-tiba sudah ada di dekatnya. Padahal dia tak mendengar adanya langkah kaki barusan. "Ya gimana mau bales Er, jawabannya tetap sama kayak yang sebelumnya. Gue nggak bisa nge-acc itu. Mbak Kaluna bilang kalau kita nggak bisa ambil, karena takut keteteran. Klien terakhir buat pemesanan gaun pengantin ya pegang punya Mbak Vinia, itu yang lagi meeting di atas sama Mbak Kaluna." Sinta sampai lelah

